30 April 2014

Bahaya Konsumsi Makanan Pedas Berlebih

Makanan pedas tak selalu diartikan sebagai makanan yang diolah dengan cabai. Rasa pedas juga bisa didapatkan dari rempah seperti merica, lada hitam, kunyit, dan berbagai bumbu dapur lain.

     Anda yang menyukai makanan pedas boleh merasa senang, karena rasa pedas ini mempunyai banyak manfaat kesehatan. Misalnya, mampu membantu menurunkan berat badan, mengurangi stres, menurunkan tekanan darah, mencegah kanker, juga menyehatkan jantung.

        Namun, dibalik manfaatnya, mengonsumsi makanan pedas berlebih juga memiliki efek buruk untuk kesehatan tubuh. Bagi Anda yang menyukai makanan pedas, sebaiknya perlu waspada  karena makanan ini juga bisa menyebabkan segala macam masalah pencernaan.

       Seperti dikutip laman Times of India, Dr SK Thakur, Gastroenterologist dari Moolchand Medcity, New Delhi menjelaskan, rempah-rempah yang ditambahkan ke makanan memang bisa meningkatkan rasa. "Namun, setelah mereka mencapai saluran pencernaan mereka dapat menyebabkan iritasi pada lapisan mukosa lambung, meningkatkan sekresi asam dan mengurangi kekuatan penghalang mukosa gastritis," ujarnya.

       Berlebihan makan-makanan pedas dapat menyebabkan berbagai penyakit perut. Alasan utama di balik masalah ini adalah adanya kandungan asam yang tinggi dalam makanan pedas. Meskipun rempah-rempah menyediakan sejumlah vitamin dan nutrisi, tapi tetap saja, terlalu banyak dikonsumsi juga dapat berbahaya. 



Berikut adalah penyakit yang disebabkan oleh rempah-rempah tambahan dalam makanan sehari-hari:

Asam reflux

Rempah-rempah pada dasarnya merupakan kombinasi dari asam. Ketika terlalu banyak asam ini diperkenalkan ke dalam lambung, yang sudah memiliki isi sendiri asam, ia mulai merusak dinding lambung.

Gastritis akut

Hal ini disebabkan karena peradangan mukosa lambung, selaput yang melapisi perut. Banyak orang menderita sesekali, serangan ringan gastritis, yang sering diabaikan dan hanya dianggap sebagai gangguan pencernaan sederhana. Gastritis akut umumnya ditandai dengan gejala seperti muntah, mual, demam, diare, sakit kepala yang disertai dengan pendarahan pada muntah atau tinja.

Tukak lambung

Makanan pedas dapat menyebabkan borok pada lapisan mukosa yang sensitif atau di usus kecil, yang disebut duodenum (ulkus duodenum), atau baik di kerongkongan (esophageal ulcer). Borok lambung yang menyakitkan dan menimbulkan sensasi pembakaran menyebabkan rasa sakit di perut, terasa mual, muntah, dan penurunan berat badan.

Insomnia

Makanan pedas meningkatkan suhu tubuh, yang dapat memicu insomnia. Untuk itu disarankan menghindari makanan pedas saat makan malam.

Kehilangan nafsu makan
Makanan pedas aman untuk dikonsumsi ketika diambil dalam jumlah moderat. Selama satu bulan, mungkin makan makanan pedas hanya 3-4 kali seminggu.

Pecinta makanan pedas juga harus pandai mengkombinasikan menu. Akan lebih baik, konsumsi makanan pedas tidak dibarengi dengan makanan berminyak atau gorengan karena bisa meningkatkan sekresi asam.

Dan, jangan lupa minum susu untuk menetralisir asam yang disekresikan oleh makanan pedas :)

Sumber : VIVAlife

Tidak ada komentar: