28 September 2012

Salah satu obyek wisata di Kab.Pasuruan

Taman Safari Indonesia II Prigen

    Taman Safari Indonesia II Prigen dikenal sebagai salah satu Safari Park terbesar di Asia, berlokasi di Taman Nasional Gunung Arjuna, Prigen – Pasuruan Jawa Timur. Taman Safari Prigen ini, memiliki luas area sebesar 350 hektar saja dan merupakan Taman Safari terluas di Asia Tenggara. Taman Safari  ini juga dikenal dengan paket wisata Safari Adventure yang sangat luar biasa, menembus lebatnya belantara Taman Nasional Gunung Arjuna yang penuh dengan harimau benggala, singa africa, beruang coklat raksasa dan aneka macam  satwa langka lainnya. Dengan koleksi satwa exotic dari 5 benua, Taman Safari Indonesia II Prigeni merupakan taman safari yang terlengkap di Indonesia.  Taman ini  juga memiliki 7 Animal Education Show terbaik di Asia Tenggara.

    Taman ini  merupakan pusat konservasi paling sukses dalam penyelamatan Banteng Jawa dan Gajah Sumatera di dunia. Taman Safari yang menempati kawasan dengan pemandangan paling indah di salah satu sudut Taman Nasional Gunung Arjuna – Prigen Jawa Timur ini, ditunjuk oleh pemerintah sebagai Stud Book Keeper (penjaga silsilah) bagi Gajah-gajah Sumatera dan Banteng Jawa yang sangat di lindungi diluar habitatnya. Hal ini tentu saja tidak lepas dari keberhasilan Taman Safari Prigen dalam program penyelamatan Gajah liar di Waykambas Lampung serta Banteng Jawa di Taman Nasional Meru Betiri.
 
    Dalam waktu kurang dari 5 tahun, 7 banteng Jawa yang berhasil dievakuasi setelah mengamuk di pemukiman warga di sekitar Taman Nasional Meru Betiri – Jember. Berhasil dibiakkan menjadi 23 ekor. Tidak hanya itu, Taman ini telah menjadikan mahluk yang paling beringas di hutan Meru Betiri dan Alas Purwo ini bisa juga sangat ramah terhadap para pengunjung. Mereka bahkan tidak segan-segan mendekati mobil pengunjung hanya sekedar untuk menanyakan jatah wortel yang barangkali ada buat mereka. Populasi mereka terus meningkat di Taman Safari Prigen sehingga diharapkan taman ini selanjutnya  menjadi pusat penangkaran Banteng Jawa. Bersama dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Taman Safari Prigen juga sedang mengembangkan program pemuliaan genetis sapi Bali dengan sperma banteng Jawa yang super kuat tersebut. Melalui  program ini diharapkan bisa didapatkan keturunan sapi bali berbadan dan daya tahan super yang tentu akan menjadi angin segar bagi dunia peternakan di Indonesia.
 
   Berbagai riset mendalam tentang penangkaran berbagai macam satwa langka seperti banteng Jawa, Burung Jalak Bali, Girrafe, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera dan ratusan species satwa langka lainnya telah berhasil ditangkarkan di Taman Safari Prigen. Tentu saja, untuk mendukung kegiatan konservasi tersebut, Taman Safari Prigen membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sebagai contoh adalah  satu suntikan yang harus diberikan ketika seekor harimau sakit bisa menghabiskan dana mulai dari Rp 2 juta sampai Rp 12 juta. Sementara total dari satwa yang harus diawasi oleh Taman Safari Indonesia sudah lebih dari 2 ribuan ekor. Jadi membutuhkan banyak dana untuk memelihara  satwa dari 5 benua tersebut dan membuat mereka terus berkembang biak. Demi mendapatkan dana yang sangat besar tersebut, Taman Safari Indonesia menggelar banyak sekali pertunjukan edukasi tentang satwa, bahkan 5 diantaranya merupakan pertunjukan edukasi satwa terbaik di Asia Tenggara. Seperti Sumatran Elephant Education Show, Bird Of Prey Show, Dolphin Education Show, dan banyak show lainnya.
 
   Dengan  berbagai pertunjukan tersebut diharapkan pengunjung yang datang berwisata ke Taman Safari Prigen akan menjadi lebih banyak dan mereka semakin tahu betapa luar biasanya satwa-satwa exotic tersebut. Sehingga muncul kesadaran dari para pengunjung untuk ikut melestarikan keberadaan satwa-satwa tersebut dan diharapkan juga pemasukan dari hasil penjualan tiket  dapat mencukupi biaya konservasi dan pemeliharaan Taman Safari Prigen. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung, semua karyawan secara berkala mendapatkan pelatihan-pelatihan tentang pentingnya pelayanan kepada para pengunjung yang datang. Taman Safari Prigen juga melibatkan warga di sekitar lingkungan Taman Safari Prigen untuk ikut serta secara positif menjaga hal ini.
 
    Taman Safari Indonesia Prigen juga terus menerus menambahkan wahana-wahana baru salah satunya Baby Zoo untuk membuat para pengunjung semakin betah berwisata di sini.   Salah satu pemandangan paling umum ditemui di Baby Zoo  kita bisa menyaksikan asyiknya harimau-harimau gembala menikmati daging ayam segar di tengah sejuknya air kolam di exhibit mereka di Baby Zoo setiap jam 12:30 siang dan 14:30 menjelang sore hari. Semua itu bisa disaksikan secara gratis oleh para pengunjung Taman Safari Indonesia II - Prigen. Selain baby zoo, wahana lainnya adalah Safari Waterworld, Dolphin Bay, Safari Ride & Fun Zone sampai wahana pertunjukan terakhir, yaitu stuntmanshow terbesar di Asia Tenggara, “Journey To The Temple Of Terror”. Semua paket wisata ini tentu saja menjadikan Taman Safari Indonesia II – Prigen sebagai destinasi wisata edukasi tentang satwa paling menarik di Indonesia saat ini.

Fungsi dan kegunaan E- KTP

e-KTP atau KTP Elektronik adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan / pengendalian baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi dengan berbasis pada database kependudukan nasional.
Penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 (satu) KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup
Nomor NIK yang ada di  E-KTP nantinya akan dijadikan dasar dalam penerbitan Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Polis Asuransi, Sertifikat atas Hak Tanah dan penerbitan dokumen identitas lainnya (Pasal 13 UU No. 23 Tahun 2006 tentang Adminduk)
Quote:
Autentikasi Kartu Identitas (e-ID) biasanya menggunakan biometrik yaitu verifikasi dan validasi sistem melalui pengenalan karakteristik fisik atau tingkah laku manusia. Ada banyak jenis pengamanan dengan cara ini, antara lain sidik jari (fingerprint), retina mata, DNA, bentuk wajah, dan bentuk gigi. Pada e-KTP, yang digunakan adalah sidik jari.
Penggunaan sidik jari E-KTP lebih canggih dari yang selama ini telah diterapkan untuk SIM (Surat Izin Mengemudi). Sidik jari tidak sekedar dicetak dalam bentuk gambar (format jpeg) seperti di SIM, tetapi juga dapat dikenali melalui chip yang terpasang di kartu. Data yang disimpan di kartu tersebut telah dienkripsi dengan algoritma kriptografi tertentu. Proses pengambilan sidik jari dari penduduk sampai dapat dikenali dari chip kartu adalah sebagai berikut:
Sidik jari yang direkam dari setiap wajib KTP adalah seluruh jari (berjumlah sepuluh), tetapi yang dimasukkan datanya dalam chip hanya dua jari, yaitu jempol dan telunjuk kanan. Sidik jari dipilih sebagai autentikasi untuk e-KTP karena alasan berikut:
1. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik yang lain
2. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
3. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar
Quote:
Informasi penduduk yang dicantumkan dalam e-KTP ditunjukkan pada layout kasar berikut:
Untuk mendapatkan informasi di atas dari penduduk, wajib KTP harus mengisi formulir tipe F1.01.
Selain tujuan yang hendak dicapai, manfaat e-KTP diharapkan dapat dirasakan sebagai berikut:
1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam pemilu atau pilkada
Quote:
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. 
Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:
1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.
Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.

Mengapa harus e-KTP?
Quote:
Proyek e-KTP dilatarbelakangi oleh sistem pembuatan KTP konvensional di Indonesia yang memungkinkan seseorang dapat memiliki lebih dari satu KTP. Hal ini disebabkan belum adanya basis data terpadu yang menghimpun data penduduk dari seluruh Indonesia. Fakta tersebut memberi peluang penduduk yang ingin berbuat curang terhadap negara dengan menduplikasi KTP-nya. Beberapa diantaranya digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menghindari pajak
2. Memudahkan pembuatan paspor yang tidak dapat dibuat di seluruh kota
3. Mengamankan korupsi
4. Menyembunyikan identitas (misalnya oleh para teroris)

Quote:
Kartu identitas elektronik telah banyak digunakan di negara-negara di Eropa antara lain Austria, Belgia, Estonia, Italia, Finlandia, Serbia, Spanyol dan Swedia, di Timur Tengah yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Maroko, dan di Asia yaitu India dan China.
Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.
Di RRC, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).
“UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan.
“Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip,” (e-ktp.com)

12 September 2012

Cara membuat kripik belut

Cara Membuat Kripik Belut :
 
BAHAN : - 500 g Belut yang sudah dibersihkan seperti tahapan Cara Mengolah Belut yang telah kita bahas kemarin.
- 1 Liter Minyak Goreng

ADONAN :
- 150g Tepung Terigu
- 50g Tepung Beras
- Air jumlah sesuai dengan selera, jika kita menginginkan balutan tepung tipis cukup dengan menambahkan air hingga adonan encer, dan sebaliknya jika kita menginginkan balutan tepung tebal kandungan air pada adonan bisa kita kurangi.
- 1 Butir Telur
- Penyedap masakan secukupnya


BUMBU HALUS :
- 4 Siung Bawang Putih
- 1 1/2 Sendok Makan Ketumbar
- 3 Cm KunyitGaram Secukupnya
- 1/2 Sendok Teh Gula Pasir


CARA MEMASAK : Campur semua bahan adonan dan ditambahkan bumbu halus hingga merata.
Panaskan minyak pada panci penggorengan hingga benar-benar panas
Celupkan belut pada adonan tepung lalu goreng pada api kecil hingga kering dan matang.


TIPS Jika anda menginginkan hasil gorengan yang maksimal ( Renyah, tidak gosong tapi didalamnya sudah kering ) anda harus menyiapkan dua panci penggorengan.
Panci Pertama berisi minyak goreng dengan api sedang, dan
anci Kedua berisi minyak goreng dengan api yang lebih besar.
Cara Penggorengan :
Goreng belut yang sudah dicelupkan dengan adonan tepung pada panci pertama hingga setengah matang atau sampai warna agak kekuningan.
Lalu pindahkan belut ke panci penggorengan kedua hingga matang dan kering atau sudah berwarna kuning kemerahan.
Usahakan pemakaian minyak yang agak banyak sehingga belut terendam minyak pada proses penggorengan ( deep Frying ) untuk mendapatkan hasil gorengan maksimal.
Terimakasih dan selamat mencoba …..

Cara membuat Kripik Apel

Keripik Apel Rasa Kayu Manis

 

Indonesia kaya akan ragam apel khususnya di Jawa Timur. Tak sulit untuk mengolah buah segar ini, salah satunya disajikan dalam bentuk keripik apel yang dipanggang. Untuk menambah rasa, penambahan bubuk kayu manis akan membuat keripik apel buatan Anda begitu spesial.

Bahan:

4 buah apel hijau, cuci, iris tipis, buang bijinya

2 sdm gula

1 sdm bubuk kayu manis

Cara Membuat:
1. Panaskan oven dengan suhu 120 derajat celcius.

2. Campur gula dan bubuk kayu manis dalam mangkuk.

3. Masukkan satu persatu potongan apel ke dalam bubuk tersebut. Pastikan bubuk tersebut  menempel di kedua bagian.

4. Lapisi loyang dengan kertas khusus pemanggang, letakkan masing-masing irisan apel di atas loyang.

5. Panggang hingga daging apel kecoklatan dan kering, kurang lebih selama dua jam.

6. Angkat, dinginkan lalu masukkan ke dalam wadah makanan.