03 Oktober 2014

Membuat Pakan ternak untuk sapi potong

Membuat Pakan Ternak Sapi Potong

cara Membuat Pakan Ternak Sapi Potong Modern
Pemberian konsentrat sudah menjadi alternatif penggemukan sapi
    Jumpa lagi dengan kami tim usaha ternak, masih tetap membahas tentang kiat usaha beternak sapi. Kali ini kami akan mengulas cara membuat dan apa saja bahan pakan ternak sapi potong yang baik sehingga hasil ternak sapi bisa sukses. Semua peternak pasti menginginkan ternaknya sehat, gemuk, dan berkualitas dengan modal dan bahan seminimal mungkin sehingga keuntungan lebih bisa didapat. Beberapa peternak mengalami kesulitan untuk menentukan pakan yang sesuai standar dan komplit nutrisi, kasus yang sering ditemukan adalah ketidakcocokan pakan yang diberikan pada sapi yang ditujukan untuk dipotong. Melalui artikel ini, kami mencoba memberikan penjelasan ringkas dan tepat pada para peternak sehingga tidak lagi mengalami kesulitan lagi dalam menentukan pakan untuk sapi peliharaannya agar mendapatkan hasil maksimal.

        Bahan pakan sapi potong ini dapat diaplikasikan pada penggemukan semua sapi potong seperti sapi ongole, sapi bali, dan sapi madura agar daging konsumsinya banyak dan berkualitas. Perlu diketahui bahwa secara alami pertambahan berat badan sapi di kisaran 500 gram – 1000 gram/ hari. Namun untuk mewujudkan itu cara pemberian konsentrat hormon pertumbuhan belum distandarisasi secara resmi oleh dinas peternakan. Salah satu kendala yang sering dihadapi peternak adalah masalah keterbatasan pakan. Maka berbagai solusi pakan alternatif yang efektif untuk penggemukan sapi potong terus diupayakan, beberapa alternatif yang diperoleh adalah dengan membuat pakan fermentasi dengan media pakan konsentrat alami yang akan kami bahas langsung pada artikel ini.

Konsentrat Sebagai Pakan Sapi Potong

        Konsentrat merupakan salah satu media pakan yang bisa dibilang wajib bagi para peternak semua jenis sapi yang mengejar penggemukan sapi terutama sapi potongnya. Konsentrat juga dikenal sebagai bahan pakan yang kadar nutrisi protein tinggi dan karbohidrat serta kadar serat kasar yang rendah (dibawah 18%). Untuk membuat konsentrat yang baik ada beberapa kombinasi bahan alami/organik yang dapat kita gunakan sebagai komposisi pembuatan konsentrat yang baik. Bahan-bahan komposisi konsentrat yang umum digunakan dan mudah didapat antara lain sebagai berikut

  • Dedak (bekatul) dengan komposisi 70% atau 75% atau dapat diganti dengan alternatif berupa batang rumbia yang didalamnya terdapat sagu rumbia. Penggantian dengan batang rumbia tentu memiliki alasan tersendiri selain secara ekonomis harga batang rumbia lebih murah dari bekatul/dedak karena banyak juga dijumpai di hampir seluruh wilayah Indonesia. Secara kandungan nutrisi batang rumbia memiliki karbohidrat yang cukup tinggi. Batang rumbia dapat diolah dengan cara dikupas kulit terluarnya lalu hancurkan batang rumbia yang telah dikupas dengan mesin atau manual dengan cara dicincang menjadi ukuran 0.5 cm atau lebih kecil. Terakhir rendam hasil cincangan dengan air, biarkan selama sehari dan berikan pada sapi.
  • Jagung giling dengan komposisi 8%-10% sebagai penambah nutrisi terutama kebutuhan serat dan lemak kasar yang tidak ada pada dedak. Sehingga apabila jagung giling dan dedak dikombinasikan akan saling melengkapi. 
  • Bungkil kelapa dengan komposisi 10%-15% atau dapat diganti bungkil kacang tanah atau kedelai tentunya dengan kandungan nutrisi yg berbeda-beda. Bungkil kelapa merupakan hasil sisa dari pembuatan dan pemerasan minyak kelapa yang diperoleh dari daging kelapa yang telah dikeringkan terlebih dahulu dimana berperan sebagai sumber protein. 
  • Tepung tulang atau kalsium dengan komposisi 2%-5% sebagai pelengkap kebutuhan akan mineral terutama kalsium juga sebagai penambah protein. 
  • Garam dapur dengan komposisi sebesar 2% sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan mineral. 
  • Bila diperlukan bisa diberikan tambahan vitamin yang sudah banyak digunakan sebagai pelengkap kebutuhan micro, tetapi tetap berpatokan pada dosis yang ditentukan, jangan sampai berlebihan.

Dosis & Kapan Pemberian Konsentrat Pakan Sapi Potong
     Dosis yang tepat pemberian pakan konsentrat ini adalah diberikan sebagai makanan penguat/extra pada ternak sapi potong di samping makanan pokok yang utama berupa rumput segar dan hijau. Perbandingan pemberian pakan pokok (hijauan) dan konsentrat untuk pakan penggemukan sapi adalah antara 30% : 70% atau maksimal 20% : 80% . Waktu pemberian konsentrat yang baik dilakukan sekali setiap hari pada pagi hari sebelum diberi makanan utama berupa rumput. Dri hasil penelitian juga ditemukan bahwa urutan pemberian konsentrat lebih dahulu sebelum makanan utama (hijauan) lebih efektif untuk meningkatkan berat badan karena pemberian konsentrat lebih dahulu bertujuan untuk memberikan energi yang lebih besar kepada mikroba rumen untuk mencerna makanan pokok (rumput, dsb.) Dengan menerapkan cara pakan ternak sapi potong seperti ini, bukan tidak mungkin bobot sapi potong anda akan meningkat dua kali lipat.

Demikian panduan membuat pakan sapi potong yang apabila diterapkan bisa mengangkat berat badan sapi potong anda menjadi dua kali lipat, sehingga bisnis ternak sapi anda juga berhasil dan menguntungkan. 
 
Sumber berita dari Bambang Siswanto

Membuat Pakan Fermentasi Untuk Ternak Kambing

Membuat Pakan Fermentasi Ternak Kambing

 Panduan Membuat Fermentasi Limbah Jerami Untuk Pakan Ternak Kambing
Pakan alternatif ternak, hasil fermentasi jerami dan debog
 
            Dalam ternak budidaya kambing di era modern, diperlukan beberapa teknik dan kejelian dari para peternak kambing untuk mendapatkan hasil maksimal pada produksi kambing berkualitas. Selain faktor-faktor seperti cara pemilihan bibit kambing, cara membuat kandang, manajemen ternak dan banyak lagi faktor yang menentukan atas keberhasilan dalam beternak, pengadaan pakan kambing berkualitas sangat penting perannya dalam budidaya kambing pada umumnya. Salah satu bentuk inovasi yang menentukan dan paling dominan berpengaruh pada keberhasilan para peternak kambing modern adalah pengadaan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah seperti jerami dan pohon pisang (debog). Proses pembuatannya yang sangat mudah membuat para peternak kambing tanpa perlu berpikir panjang untuk memeilih jenis pakan organik dan ampuh pada pertumbuhan kambing budidayanya.
     Pemanfaatan limbah sebagai pakan ternak kambing atau disebut pakan fermentasi yang memanfaatkan bakteri pada Starbio maupun EM4 yang digabungkan dengan limbah jerami, gedebog, rumput kering ataupun ampas kacang sebagai bahan makanan utama. Cara membuat pakan ternak kambing fermentasi (jerami, batang pohon pisang) sebenarnya cukup mudah. Cara pembuatan ini memang dibuat dengan sesederhana mungkin, namun hasilnya sangat luar biasa dan terbukti bisa menaikan berat badan kambing sekitar 2–4 kg selama waktu 10 hari. Cara fermentasi pada pakan ini banyak dimanfaatkan peternak sebagai pakan alternatif di musim kemarau, karena pada saat itu untuk mendapatkan bahan makanan utama terutama hijauan sangat sulit. Sehingga para peternak sudah mengantisipasinya dengan membuat pakan kambing fermentasi saat masih musim penghujan dimana bahan pokok untuk pakan masih melimpah. 

Kelebihan pakan ternak kambing fermentasi:

1. Memperbaiki sistem pencernaan kambing.
2. Meningkatkan produksi susu kambing (terutama pada susu kambing etawa)
3. Bobot ternak cepat bertambah secara alami, gemuk, dan sehat.
4. Meningkatkan nafsu makan kambing
5. Daging kambing lebih berisi serta rendah kolesterol.
6. Kambing ternak lebih kebal dan tahan terhadap penyakit.
7. Kotoran kambing tidak bau sehingga tidak mencemari udara lingkungan.
8. Kotoran dan urine kambing lebih sedikit dan bisa digunakan sebagai pupuk kandang/biogas alami.

Cara pembuatan pakan fermentasi kambing:

1. Jerami/Pohon Pisang (debog, sebagai alternatif jerami) dipotong-potong/dicacah kecil-kecil. Lalu siapkan larutan dari gula dan parutan nanas dicampur dengan air untuk fermentasi basah (gedebog) 1 liter dan jumlah air untuk fermentasi kering (jerami) sebayak 10 liter.
2. Di sisi lain, campurkan bahan utama yaitu jerami/pohon pisang, Ampas tahu dan Katul ke dalam wadah yang besar.
3. Larutan yang berisi air, gula pasir dan parutan nanas 1 buah tadi aduk rata dan diamkan sejenak selama kurang lebih 15 menit. Kemudian masukan lagi larutan itu kedalam air ±10 liter lalu siramkan secara merata ke dalam campuran pakan dalam wadah besar, kemudian sebagai tambahan taburkan garam dan aduk lagi terus menerus hingga semuanya tercampur rata.
4. Masukan Pakan kedalam ember/drum plastik lalu tutup dengan terpal/plastik tujuannya agar kedap udara selama kurang lebih 1 hari jika menggunakan bahan jerami (Kering) dan jika menggunakan bahan batang pohon pisang/debog (Basah) cukup 1-3 jam.
5. Pakan fermentasi siap untuk diberikan pada ternak kambing atau sapi setiap pagi dan sore.

Demikian cara membuat pakan fermentasi untuk ternak kambing, bisa diterapkan untuk kambing, sapi, atau mamalia sejenis. Semoga bermanfaat bagi sahabat usahaternak.

Mengolah Sampah Organik Menjadi Bioetanol

           Mengolah Sampah Organik Menjadi Bioetanol

      Kini sampah organik seperti limbah sayuran dan buah-buahan bisa diolah menjadi bahan bakar bioetanol. Antonious Lulut Iswanto, pengusaha asal Sawangan Depok  bisa mengolah sampah-sampah organik yang tak terpakai dari Pasar Induk Kramat Jati menjadi Bioetanol. Harga bioetanol berkadar 50% sekitar Rp. 5.000 per liter. “Melalui usaha ini saya mendapatkan omzet kira-kira 12 juta per bulan,” kata Antonious saat dihubungi Sinar Tani.
   Antonious mengatakan awal mula ide mengolah sampah menjadi bioetanol karena melihat banyaknya tumpukan sampah yang sama sekali tidak dimanfaatkan kembali di Pasar Induk Kramat Jati tersebut. “Dari setiap truk yang mengangkut buah, sebanyak 30% dari isi truk tersebut pasti menjadi sampah. Melihat hal yang mubazir seperti itu, saya dan rekan-rekan saya mencari cara bagaimana mengolah kembali sampah buah ini. Akhirnya kita putuskan untuk mengolahnya menjadi bioetanol karena masih terbilang langka”, jelas Antonious.
   Dari uji coba yang dilakukan, dapat dihasilkan bioetanol dengan kandungan sekitar 85%.”Kami lakukan berkali-kali dengan mesin khusus untuk memproses selulosa menjadi glukosa. Kemudian melalui proses pembakaran dihasilkan bioetanol”, ujarnya.
Antonious mengolah bioetanol tersebut dalam ruangan yang mampu menampung 100 drum plastik yang tertutup rapat. Didalam drum yang masing-masing berkapasitas 100 liter tersebut berisi cairan fermentasi yang berasal dari sampah. “Saya mengangkut sebanyak 12 drum sampah setiap hari dari pasar induk Kramatjati ke lokasi produksi. Terdiri dari sampah semangka, pepaya, dan jeruk,” kata pria yang juga berprofesi sebagai guru aerobic di Senayan Sport Center ini.
   Kemudian sampah-sampah tersebut digiling termasuk kulit buahnya secara terpisah. Setiap sampah buah tidak dicampur dengan sampah yang lain. Misalnya sampah semangka digiling hanya bersama semangka, dan jeruk dengan jeruk. Kemudian cairan hasil penggilingan itu ditempatkan pada drum.  Cairan itu akan difermentasi dalam waktu satu minggu. “Setiap drum hanya berisi satu jenis cairan buah,” kata Antonius.
     Kemudian tambahkan 9 keping ragi, 2 sendok makan urea, dan 1 sendok makan NPK dalam 100 liter cairan fermentasi. “Khusus untuk cairan fermentasi jeruk saya menambahkan air bersih dengan rasio 1:1,” kata Alumni STIE Perbanas ini.
   Cairan fermentasi kemudian disuling menjadi bioetanol. Sulingan pertama menghasilkan bioetanol berkadar 40-50%. Bioetanol ini bisa dipakai untuk bahan bakar kompor. Bila hasil sulingan pertama itu disuling sekali lagi maka akan menghasilkan bioetanol berkadar 90%. “Saya menghasilkan 80-100 liter bioetanol berkadar 50% setiap hari kecuali hari minggu sehingga total produksi bisa mencapai sekitar 2400 liter per bulan,” kata Antonius.
Sumber : Dinas Pertanian Tanaman Pangan Prop.Jawa Barat

22 September 2014

Tamu dari ILO- JCCU berkunjung ke LED Nongkojajar

       Pada hari Senin tanggal 22 September 2014 bertempat di Telecenter Agrotech - Nongkojajar, LED Kecamatan Tutur Nongkojajar (Local Economic Develoment / Penguatan Ekonomi Lokal ) kedatangan tamu dari Perwakilan ILO ( International Labour Organization ) yang di wakili oleh Ibu Michico dan Ibu Lilis mendampingi tamu dari JCCU ( Japanese Consumers Co-Operative Union Group ) yang merupakan salah satu donatur untuk mendukung kegiatan ILO terutama yang ada di Indonesia. 
     Kedatangan ILO dan JCCU untuk mengetahui kegiatan LED Kecamatan Tutur Nongkojajar selama ini terutama setelah tidak di dukung lagi oleh ILO sejak tahun 2010. Team LED Kecamatan Tutur di hadiri oleh Ida selaku ketua LED Kecataman Tutur, Latifu Jaza selaku sekretaris LED, Rudi Cahyono dari NTIC ( Pusat Informasi Wisata Nongkojajar ), Anang dari Koord. Handy Craf, Tamanu dari Agrowisata Apel, Nuriyanto dari Agro Bunga, Yunan dari Home Industry makanan khas Nongkojajar sedang tamu dari JCCU yang ikut yaitu Katsumi Asada selaku President JCCU, Toshiaki Wada Managing Director,Nasako Shimbo Board Member, Naoimi Miyagi Board Member. Haruyoshi Amano Manager, Emi Minachi International Dept, Sungjoon Kang International Dept, Yuki Nishimoto Manager of Consumer Co-op and Fair Trade Project dan yang terakhir Tatsuro Miyazaki selaku Researcher.
     Setelah para tamu kami persilahkan duduk di tempat yang sudah kami sediakan acara pun kami mulai dengan uacapan selamat datang yang di sampaikan oleh Ketua LED Kecamatan Tutur dan kemudian dilanjutkan dengan presentasi yang disampaikan oleh saudara Latifu Jaza selaku sekretaris LED, presentasi lebih menekankan pada kegiatan yang sudah kita lakukan selama ini dan juga rencana kerja LED untuk tahun 2015 terutama menyangkut tentang Biogas dan Pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif sekaligus menjadikan pengolahan sampah menjadi sesuatu yang mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat akan tetapi memang di dalam pelaksanaan kegiatan LED selama ini masih banyak kendala-kendala yang di hadapi terutama menyangkut masalah saran dan prasarana LED yang masih terbatas, suport dar berbagai kalangan baik pemerintah maupun swasta juga sangat terbatas termasuk masalah pelatihan yang dibutuhkan masih sangat kurang.Alhamdulilah setelah presentasi di lanjutkan dengan diskusi, banyak hal yang di tanyakan oleh delegasi dari JCCU. Acara diskusi berjalan hampir 1 jam lamanya karena banyak dari peserta yang bertanya dan dari LED akhirnya semua memberikan jawaban baik yang disampaikan oleh Latifu, Rudi, Anang maupun anggota LED yang lainnya. setelah acara diskusi selesai acara dilanjutkan dengan acara ramah tamah dimana hidangan yang disuguhkan adalah makanan khas Nongkojajar seperti Gethuk, klepon dari singkong, kacang godok,sate kentang, kentang goreng dan teh dan kopi hangat menambah suasana menjadi lebih semarak. Dan di akhir acara diadakan foto bersama di teras depan Telecenter Agrotech dan mengunjungi Biogas di Desa Tutur. kami berharap kunjungan tamu dari ILO dan JCCU ini membawa manfaat kedepan bagi masyarakat Nongkojajar pada umumnya dan LED Kecamatan Tutur pada khususnya.Amin. Sayonara