22 November 2009

Pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat di VEDC Malang


Tepatnya tanggal 16 - 18 November 2009 di adakan pelatihan tentang pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang di ikuti oleh 2 kecamatan yaitu Kecamatan Tutur kabupaten Pasuruan yang berjumlah 6 orang serta dari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang berjumlah 10 orang. Kegiatan ini di laksanakan kerjasama antara ILO dengan VEDC/P4TK Malang.Kegiantan ini di laksanakan dengan tujuan agar kita bisa mengatasi masalah sampah yang banyak menimbulkan masalah di antaranya yaitu banjir,penyakit,bau yang kurang sedap yang yang paling parah dari segi wisata yaitu merusak pemandangan sehingga para wisatawan pada enggan datang kemari lagi kalu di lingkungan sekitar sangat kotor oleh sampah seperti yang ada di Nongkojajar.Materi yang di sampaikan selama 3 hari peltihan meliputi pengertian sampah, jenis-jenis sampah, dan termasuk cara pengelolaan sampah terpadu yang berbasis masyarakat dan yang terakhir adalah praktek membuat komposer atau alat pembuat sampah sederhana.ternyata untuk membuat kompos ternyata tidak terlalu sulit yang pertama adalah membedakan jenis sampah terlebih dahulu apakah jenis sampah organik ( misalnya sampah dari sayur mayur,buah-buahan dan lain-lain ) atau jenis sampah anorganik ( contohnya kertas,plastik,kaca dan lain sebagainya ).yang bisa di jadikan kompos adalah jenis sampah organik dalam waktu hanya 35 hari bisa di jadikan kompos yang siap dipake untuk menyuburkan tanah serta bisa di jual, kalau sampah anorganik hanya bisa di daur ulang.bahan untuk membuat alat komposer sederhana hanya mengunakan tong plastik 120 liter,pipa paralon 1 " sebanyak 1 lonjor, Tee 2 buah, gergaji besi serta bor tangan untuk melubangi tong. tersebut. dengan adanya pelatihan ini di harapkan masyarakat mempunyai kepedulian di dalam pengelolaan sampah agar tidak menjadi masalah bagi kita semua.

Belajar Bahasa Inggris,jepang dan Perancis


Tepatnya pada hari sabtu tanggal 14 November 2009 bertempat di Kantor Telecenter Agrotech Nongkojajar di adakan kursus singkat Bahasa Inggris,Perancis dan Jepang yang di ikuti kurang lebih 17 orang dan di asuh langsung oleh Ibu Yuliati, Ibu Rosana Hariyanti, Ibu Roosi Sugiharyanti, Ibu L. Netti Harwati, Ibu Esther Purba, Bapak Efrizal serta Bapak Dito yang kesemuanya rata-rata adalah Dosen Universitas Brawijaya Malang.Mereka tergabung dalam Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat.Mengingat Nongkojajar adalah merupakan salah satu tujuan wisata dan juga merupakan pintu gerbang menuju gunung Bromo yang sudah terkenal maka sering kali kita kedatangan tamu atau turis-turis asing sedangkan karena keterbatasan dalam penguasaan bahasa terutama bahasa asing maka guna meningkatkan komunikasi yang baik dengan para turis maka selaku pelaku wisata maka mau tidak mau kita juga di tuntut sedikit demi sedikit mnguasai bahasa asing minimal bahasa Inggris, atas kondisi inilah maka atas dukungan dari ILO maka di adakan kerjasama dengan Universitas Brawijaya jurusan bahasa agar mau mengajari para pelaku wisata kursus bahasa Inggris,Perancis serta Jepang dengan harapan di kemudian hari kita khususnya warga Nongkojajar tidak kagok atau malu lagi bercakap-cakap dengan mereka.Biarpun hanya sebentar waktunya tapi antusias dari seluruh peserta sangat besar sekali untuk itu kami berharap agar kursus semacam ini lebih sering di adakan lagi.I Hope Soo.

15 November 2009

KIM Suka Warta dari Kecamatan Prigen belajar internet


Pada hari sabtu tepatnya tanggal 14 November 2009 dengan di antar oleh Ibu Dra Ratnawati serta Bapak Wahono Adji SH dari Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan menemani KIM Suka Warta dari Kecamatan Prigen yang berjumlah 8 orang untuk belajar komputer dan internet di Telecenter Agrotech Nongkojajar - Pasuruan.Ini adalah kunjungan KIM yang ke 2 karena sebelumnya telecenter Agrotech pada tanggal 31 Oktober 2009 kami juga menerima peserta traning dari KIM Sedap Malam Kecamatan Rembang.bagi pengelola telecenter Agrotech ini adalah penghormatan bagi kami mereka mau belajar kompuet dan internet di tempat kami ini menunjukan bahwa keberadaan telecenter tidak hanya milik satu Kecamatan saja tapi milik kita semua dan tentu kami dengan senang hati mengajari mereka semua karena KIM Suka Warta ini terdiri dari berbagai kalangan mulai dari guru sampai pengelola UKM.Kami mengajarkan mulai dari pengenalan komputer sampai dengan cara browsing di internet sesuai dengan keahlian atau usaha yang sedang digelutinya.Mudah-mudahan dengan traning singkat ini mereka bisa mengambil manfaat yang seluas-luasnya demi menambah pengetahuan dan informasi yang mereka butuhkan.

14 November 2009

Pertemuan Forum Telecenter se-Jawa Timur di Madiun


Tepatnya mulai tanggal 10 - 13 November 2009 diadakan Pertemuan Telecenter Se-Jawa Timur di Madiun.Pertemuan telecenter ini di ikuti sebanyak 17 Telecenter ( yang absen hanya Telecenter Pacitan ) dengan total peserta kurang lebih ada sekitar 90 orang termasuk para pembina telecenter di masing-masing Kabupaten.Acara yang di buka langsung oleh Bapak Sujono selaku Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur serta di hadiri juga oleh Bapak Asisten III Kabupaten Madiun selaku tuan rumah mewikili Bapak Bupati Kabupaten Madiun yang kebetulan berhalangan hadir, selain itu juga di adakan presentasi yang di wakili oleh Telecenter " Global " dari Kabupaten Pamekasan serta Telecenter " Agrotech " Kabupaten Pasuruan untuk memaparkan tentang sepak terjang atau program yang sudah di laksanakan selama ini serta sukses story apa saja yang sudah di hasilkannya.Besok harinya di lanjutkan dengan acara berbagi pengalaman dalam mengembangkan usaha online untuk usaha profit yang di sampaikan oleh nara sumber yang bernama bapak..... setelah itu dilanjutkan dengan materi Penguatan kelembagaan telecenter serta paparan hasil monitoring Astel dan Kominfo Jawa Timur terkait dengan kinerja masing-masing telecenter.Acara ini di laksanakan di Hotel " Setia Budi " tepatnya di jl. mangga no.4 Madiun.baru dilanjutkan dengan tanya jawab dan klarifikasi hasil monitoring dan pada malam harinya di adakan acara sukses story dari 13 telecenter ( kecuali telecenter yang baru yaitu dari Kabupaten Kangean,Trenggalek,Banyuwangi dan Kediri karena baru berdiri jadi belum punya sukses story ).Pada waktu pemaparan atau presentasi dari masing-masing telecenter banyak sekali kesuksesan yang sudah di capai oleh masing-masing telecenter di antaranya ada seorang petani yang awalnya tidak tahu bagaimana mengoperasikan komputer berkat bimbingan dari temen-temen pengelola telecenter sekarang sudah bisa ada juga yang seorang buruh tani,pelukis dan lain sebagainya termasuk ada yang sudah berhasil bekerja sama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan potensi yang ada di masing-masing telecenter yang bisa mereka jual sampai keluar negeri tentunya semua ini adalah hasil keras dari semua pengelola telecenter semua yang selama ini mulai berdiri berupa mewujudkan diri sebagai pusat informasi dan komukasi yang berbasis IT kepada masyarakat serta berupaya dengan sekuat tenaga memberdayakan potensi yang ada daerah masing-masing agar bisa mempunyai nilai yang lebih agar kesejahteraan masyarakat lebih meningkat dengan adanya telecenter ini.Pada esok harinya dilanjutkan dengan acara sharing keberhasilan antar telecenter serta laporan pertanggung jawaban kinerja astel selama 1 tahun ini serta masukan untuk program kerja astel tahun depan dan yang tidak kalah pentingnya dalam rangka menjaga kesinambungan telecenter kedepan di perlukan komitmen dari masing-masing pembina telecenter di masing-masing kabupaten agar pada saat di lepas oleh Propinsi program ini bisa diteruskan di masing-masing Kabupaten/Kota.Alhamdulilah banyak hal yang bisa kita petik dari pertemuan Forum Telecenter Se-Jawa Timur di Madiun ini.Mudah-mudahan telecenter se-Jawa Timur semakin Luaarrrr Biaaassssssa.