28 Oktober 2009

Audensi dengan Bapak Bupati Pasuruan


Pada hari Rabu tepatnya tanggal 30 September kami dari ILO ( International Labour Organitation),NTIC (Nongkojajar Tourism Information Center),LED (Local Economic Develoment) Forum Kecamatan Tutur berkesempatan mengadakan audensi dengan Bapak Bupati Pasuruan di sertai dengan beberapa Bapak Kepala Dinas, baik dari Dinas Pertanian,Pariwisata dan lain-lain.Dari pihak ILO yang hadir yaitu Mr. Matheuw Conag di dampingi Ibu Janti serta Bapak Irfan sedangkan dari NTIC yang hadir yaitu Saudara Rudi Cahyono sedangkan dari LED Forum Kecamatan Tutur di wakili oleh Bapak Nuriyanto.Pada intinya audensi tersebut adalah melaporkan hasil Bromo Agrofestival 2009 yang sudah dilaksanakan pada tanggal 30 Mei - 7 Juni 2009 bertempat di Desa Ngembal Kecamatan Tutur juga menyampaikan apa saja dan hasil yang sudah di capai dari Bromo Agrofestival di tinjau dari segi perdagangan sayur mayur yang ada di Kecamatan Tutur juga di sektor Pariwisata yang juga merupakan potensi lain selain pertanian.Alhamdulilah sudah banyak kemajuan yang berarti dan ILO berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan agar selalu mensuport terus serta membantu kepada masyarakat Kecamatan Tutur agar terus lebih berkembang lagi selain itu juga berharap agar Bromo AgroFestival setiap tahun bisa dilaksanakan.Pada kesempatan itu juga Saudara Rudi Cahyono dari NTIC berharap untuk menunjang pariwisata yang ada di Nongkojajar agar sarana dan prasarana lebih di lengkapi misalkan Papan penunjuk arah, papan informasi atau papan promosi karena di nilai sangat kurang sekali padahal potensi wisata yang ada di Nongkojajar juga tidak kalah dengan daerah-daerah lain misalkan di Kecamatan Prigen atau kecamatan yang lainnya.Misalkan di pertigaan Purwodadi di pasang penunjuk arah di sertai dengan berbagai macam gambar tentang potensi yang ada di Nongkojajar contohnya Apel, strawberry, salak super Nongkojajar,Durian,Klengkeng Pingpong,buah naga,kopi robusta,air terjun,susu juga aneka home industry serta home stay ini akan membuat yang yang melihat papan promosi tersebut mau melihat Nongkojajar atau menginap belum lagi bunga krisan, mawar potong atau paprika serta bermacam handycraf, tentu hal ini akan lebih mengena kepada para wisatawan abik domestik maupun manca negara yang hampir setiap hari lewat Nongkojajar sebelum ke Gunung Bromo padahal selain Bromo masih banyak yang bisa di kunjungi tetapi karena mereka tidak tahu jadi hanya lewat saja dan menurut kami amat sangat di sayangkan.Tapi alhamdulilah dari apa yang sudah disampaikan oleh Saudara Rydi tadi mendapat respon yang positif dari Bapak Bupati tinggal bagaimana realisasinya saja, itu yang kami tunggu.

21 Agustus 2009

Grebeg Memetri Desa Wonosari 2009 di tutup oleh Bapak Bupati Pasuruan


Grebeg Memetri Desa Wonosari Tahun 2009 sudah dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2009 yang di isi dengan berbagai macam acara di antaranya : jalan Sehat dengan memperebutkan berbagai macam door prize serta di iringi dengan orkes melayu Al - Hikmah dari Dusun Mesagi setelah itu pada malam harinya selain di meriahkan dengan pesta obor juga tidak ketinggalan pula ada parade banteng dari beberapa dusun ikut unjuk kebolehan setelah itu bertempat di panggung kehormatan di adakan atraksi pencak silat yang di ikuti oleh 7 dusun dan sebagai puncak acara panitia mendatangkan para pendekar dari Perguruan silat Teratai Putih yang sebagian besar merupakan anak muda dimana di antaranya ada yang pernah menjadi juara Nasional maupun di tingkat Dunia.Sedangkan acara pada tanggal 16 Agustus 2009 panitia menggelar acara berupa kesenian ujong yang di ikuti peserta dari berbagai desa di Kecamatan Tutur, tak lupa untuk mengiringi acara tersebut panitia juga mengelar acara berupa campur sari dengan harapan agar lebih semarak.Baru pada tanggal 17 Agustus 2009 setelah upacara bendera panitia menggelar acara berupa parade pelajar yang ikuti mulai dari siswa Taman kanak-kanak sampai tingkat SMU, alhamdulilah antusias penonton cukup bagus sehingga acara bisa berjalan dengan lancar.Dan sebagai puncak acara Grebeg Memetri Desa Wonosari Tahun 2009 digelar Parade Ancak yang di ikuti oleh 7 dusun dan 1 dari Pengelola Pasar Desa Wonosari.Dengan mengambil start di Dusun Putuk di mana sebelum dimulai terlebih dahulu di adakan Istighosah bertempat di masjid Putuk yang di ikuti oleh Bapak Kepala Desa Wonosari, Kepala Dusun, Tokoh masyarakat serta para tokoh agama.Dan pada kesempatan ini pula acara grebeg ini juga selain akan ditutup secara simbolis oleh Bapak Bupati Pasuruan yaitu Bapak DR Dade Angga.Urut-urutan peserta ancak yang pertama adalah 2 orang pembawa gunungan kemudian para dayang-dayang dan di belakangnya baru cak dan ning pembawa pita sebagi simbol di bukanya parade ancak yang akan di lakukan oleh Bapak Bupati Pasuruan yang sudah menunggu di depan Pendopo Kecamatan Tutur baru setelah itu iring-iringan Perangkat Desa Wonosari baru di belakangnya simbol Grebeg yang mengambil simbol berupa Macan Putih yang membawa Kepala Sapi baru setelah itu Ancak yang pertama dari Pengelola Desa Wonosari yang di kawal langsung oleh seluruh karyawan pasar di bantu oleh para tukang ojek dengan mengambil tema ancak berupa Pendopo Agung yang berisikan seluruh dagangan yang berada di Pasar Desa Wonosari setelah itu iring-iringan yang ke 2 adalah Ancak dari Dusun Putuk dengan mengambil tema dari Adat suku Dayak dimana seluruh peserta yang berjumlah kurang lebih ada 250 orang keseluruhannya mengunakan pakaian adat dari suku Dayak cukup menarik menurut pendapat dari beberapa penonton yang melihat, ancak dari Dusun Putuk di pimping langsung oleh Kepala Dusunnya yaitu Bapak Drs. H. Achmad Roji setelah itu barisan ancak yang ke 3 yaitu Parade Ancak dari Dusun Wonosari Tengah dengan Komandannya yaitu Bapak Kepala Dusunnya Bapak Mariyono SE. Dusun Wonosari Tengah mengambil tema Jawa Timur dengan simbol ancak berupa Suro dan Boyo serta para pengiringnya juga mengunakan baju suroboyoan yang berjumlah kurang lebih 275 orang dengan keseniannya berupa Tari Remo yang nanti akan di pertunjukan di hadapan para undangan tertutama di hadapan Bapak Bupati Pasuruan.Dan iring-iringan yang ke 4 adalah dari Dusun Ngadipuro dengan Kepala Dusune Bapak Bambang dengan mengambil tema yang lain dari pada yang lain berupa Hotel Yamato dengan bendera merah putih biru di atasnya, seluruh pengiring kebanyakan mengunakan baju model jaman kemerdekaan dengan miniatur meriam dari bambu yang di bawa oleh adik-adik kecil, Dusun Ngadipuro mengambil fragmen berupa penyobekan bendera belanda di hotel Yamato Surabaya. Dan iring-iringan yang 5 yaitu dari Dusun Wonosari Barat dengan Kepala Dusunnya yaitu Bapak Bagong dengan mengambil tema ancak berupa Buto Sruntol yang di iringi dengan Kesenian Jaran Goyang yang di ikuti kurang lebih 300 orang, tidak hanya orang dewasa yang ikut iring-iringan ini tetapi anak-anak juga ikut serta dengan mengunakan baju warna loreng khas orang Madura juga mengunakan topeng menambah keserasian dengan keseniannya.Dibelakangnya baru ancak dari Dusun Pasar Baru dengan Kepala Dusunnya Bapak M. Sarbini dengan mengambil tema dari Budaya Bali lengkap mulai dari penari pendet, penari kecak yang terdiri dari anak-anak kecil serta tak lupa ancak berupa Barong,Leak dan ogoh-ogoh yang di bawa secara bergilirin oleh para peserta yang umumnya terdiri dari orang dewasa dengan mengunakan baju khas Bali.Dibelakang ancak Dusun Pasar Baru yaitu ancak dari Dusun Kalang Anyar dengan Kepala Dusunnya Bapak Edi Sumantoro dengan mengambil tema ancak berupa Garuda Wisnu yang di iringi kesenian berupa barongsai yang di ikuti peserta kirang lebih berjumlah 200 orang dan yang terakhir ancak dari Dusun Mesagi dengan Kepala Dusunnya Bapak Subiantoro dengan mengambil tema ancak berupa kepala, tetapi yang paling menarik adalah barisan pembaca pisang yang berjumlah 30 curung yang nantinya akan di bagi-bagi tidak hanya para undangan tetapi juga para penonton yang sudah berjubel mulai dari tadi pagi berkurumun di sepanjang jalan yang akan di lalui oleh peserta ancak yang akan finish di lapangan umum Nongkojajar.

17 Juni 2009

Bromo Agrofestival 2009 dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur


Pada Hari Sabtu tepatnya tanggal 30 Mei 2009 Bromo Agrofestival 2009 secara resmi di buka oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur. Selain itu acara tersebut juga di hadiri oleh beberapa dirjen diantaranya Bapak Dirjen Peternakan, Bapak Bupati Pasuruan, Bapak Bupati Pacitan serta Perwakilan ILO Jakarta Mr. Alan Boulton serta para undangan yang berjumlah kurang lebih ada 400 undangan dari semua kalangan.Acara di mulai dengan diawali Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur yang biasa di sapa dengan sebutan Gus Ipul mengambar di sehelai kain kanvas di pintu masuk Bromo Agrofestival 2009.Setelah itu di lanjutkan dengan sambutan-sambutan di antaranya oleh Ketua Panitia Bromo Agrofestival 2009 yaitu Drh. Ribut Subagyo dan di lanjutkan sambutan berikutnya oleh Directur ILO Jakarta Mr. Alan Boulton dan diteruskan oleh Bapak Bupati Pasuruan dan yang terakhir sekaligus membuka acara Bromo Agrofestival yaitu Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur yaitu Bapak Saifullah Yusuf dengan di tandai dengan pemukulan gong sebanyak 5 kali.Baru setelah itu di selinggi dengan sungguhan beberapa tarian khas Nongkojajar yaitu tari sodoran juga ada reog Ponorogo dari Desa Ngadirejo.Baru setelah itu dilanjutkan dengan pemotongan pita oleh Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur dan di lanjutkan dengan mengunjungi semua stand yang berjumlah kurang lebih ada 33 stand dengan model gazebo yang menggambarkan suasana alam pedesaan.Kami hanya berharap dengan sangat dengan adanya Festival ini masyarakat luar Nongkojajar semakin banyak tahu tentang potensi yang ada di Nongkojajar sehingga suatu saat bisa menjadi salah tujuan wisata desa yang ada di Jawa timur.Amien

16 Juni 2009

Pemilihan Putri Bunga sebagai Duta Wisata Kecamatan Tutur-Nongkojajar


Pada tanggal 24 Mei 2009 tepatnya pada hari minggu bertempat di aula KPSP " Setia Kawan " Nongkojajar di adakan Pemilihan Putri Bunga sebagai Duta Wisata Kecamatan Tutur Nongkojajar yang di ikuti 40 peserta dari semua tingkatan serta di meriahkan oleh Bintang Tamu dari Modeling serta Dancer Star Model dari Malang.Acara ini merupakan pre Event dalam Bromo Agrofestival yang akan di laksanakan mulai tanggal 30 Mei - 7 Juni 2009. Acara ini di laksanakan sebagai bagian dalam rangka menggali potensi para kawula muda yang ada di Wilayah Kecamatan Tutur Nongkojajar yang selama ini banyak memiliki potensi tetapi tidak banyak kesempatan. Oleh karena itulah acara ini dilaksanakan agar potensi yang ada bisa di salurkan melalui acara ini, dimana selama ini kalau ada kegiatan serupa di Kabupaten Pasuruan Kecamatan Tutur jarang sekali ikut serta dalam ajang pemilihan sejenis. Harapan kami dengan adanya pemilihan ini suatu saat bisa di ikutkan dalam ajang yang lebih bergensi di kemudian hari.Amien